Jumat, 01 Juni 2012

"ainul barakah"


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Mata adalah karunia & amanah ALLAH (QS 90:8), sungguh matapun akan bersaksi tentang apa yg saja yg disaksikannya (QS 17:36). Rasulullah mengingatkan, "Siapa yg menahan matanya dari melihat yg ALLAH haramkan untuknya maka ALLAH akan memberi padanya "halawatan iman" KELEZATAN IMAN dihatinya". Krn itu yg disebut "buta" bukanlah mata kepala tetapi butamata hati (QS 22:46). Betapa banyak org yg terbuka mata kepalanya malah membutakan mata hatinya, lebih baik buta mata kepala tetapi terbuka mata hatinya, & tentu lebih jauh jauh jauh lebih baik & utama dg terbukanya mata kepala ini membuat mata hati kita terbuka, apa yg kita lihat membuat kita bersyukur, kagum, cinta, takut & mendekat kepada ALLAH, itulah yg disebut "ainul barakah" mata yg telah diberkahi ALLAH. Sahabatku, mata hati yg bersih itu mudah menangis krn ALLAH, mudah mengakses Nur Hidayah ALLAH, firasat jadi tajam, doapun mustajab, tenang damai walau dlm ujian hebat, pikiranpun jernih, bicara menjadi hikmah, lahirnya sifat sifat adiluhung AKHLAK yg MULIA, SUBHANALLAH, "Semoga ALLAH jaga setiap kedipan mata kita, keluarga kita & anak2 cucu keturunan kita dari apa yg ALLAH haramkan & membuat kita semakin mensyukuri nikmat2NYA aamiin".

Ustadz, wirid apa yg kubaca agar aku keluar dari kesulitan rizki? Sahabatku setelah terus sabar dalam IKHTIAR, DOA,TAWAKKAL, BAIK SANGKA & OPTIMIS maka PERHEBAT ISTIGFAR, coba mulai biasakan setiap selesai sholat fardhu apalagi selesai sholat malam u tidak buru2 beranjak kecuali istigfar dari minimal 3x, 70x sampai 100x bahkan lebih, Rasulullah tidak bangun dari tempat duduk beliau sampai istigfar 70x & riwayat lain 100x. Silahkan sahabatku buka surah Nuh ayat 10 -13, dg istigfar, ALLAH bukakan "biamwaalin" RIZKI yg berLIMPAH BERKAH. Rosulullah bersabda, "Brg siapa membiasakan istigfar, ALLAH mudahkan saat sulit, ALLAH tunjunkan jalan keluar dari masalahnya, & ALLAH beri RIZKI dari JALAN YG TIDAK DISANGKA". SUBHANALLAH, astagfirullahal adzim ampunilah arifin & semua sahabat FB kami...aamiin.

Istriku, sehari sebelum menikahimu, dalam benakku terbayang banyak kegamangan. Apa yang akan kulakukan dengan seorang wanita yang sama sekali belum pernah kukenal? Apa yang akan kulakukan untuk membuatmu bahagia? Apakah nanti aku akan tetap tampak kurang dimatamu? Adakah hal yang bisa kutunjukkan untuk membuatmu selalu nyaman berada di dekatku?

Istriku, begitu banyak lembaran buku kubuka untuk meyakinkanku bagaimana menjadi suami yang baik bagimu. Begitu banyak nasehat sudah melewati telingaku untuk menjadikan pernikahan kita diselimuti kebaikan dan pahala. Entah berapa panjang angan yang terlintas di kepala saat hari itu sudah begitu dekatnya.

Dan kini, istriku…

Aku tahu wanita seperti apa yang kunikahi. Kau adalah wanita yang menghilangkan kecanggunganku dengan kata-kata bijakmu, kau adalah wanita yang meredakan kebingunganku dengan senyum tulusmu, kau adalah wanita yang menghapus segala ketakutanku akan sebuah pernikahan dengan segala penerimaanmu. Dan kau, yang membuatku merasakan, bahwa aku… jatuh cinta kepadamu…

Kau tahu, aku tak pandai mengurai isi hati seperti halnya dirimu. Aku tak bisa meluapkan kebahagiaan dengan sebuah rangkaian kata-kata indah. Aku tak mampu menghadiahimu sebuah lagu cinta berirama asmara layaknya dua sejoli yang menyatu dalam cintaNya. Tapi ijinkan aku untuk menuliskan surat cintaku ini, karena sungguh, ini adalah ungkapan jiwaku yang tulus, yang telah kau hadirkan bahkan sesaat setelah kita mengucap ikrar suci di hadapanNya.

Istriku, aku jatuh cinta padamu… karenaNya♥♥ 212003B1

dari: 
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
Ketika Cinta Harus Bersabar


Hari demi hari, kurangkai bibir tak hanya di bibir, tapi juga di hati. Meski kutahu, mungkin tak utuh sepanjang waktu, karena rapuhku. Padahal semestinya dzikir tak pernah terusir, bahkan di saat fikir dan ikhtiar menjalankan tugasnya, dari awal hingga akhir.

Saat tubuh merebah, baru CINTA menumbuh. Tersadar akan dosa kecil dan besar, dosa yang nyata dan tersamar. Entah kenapa harus demikian. Kenapa harus disadarkan dengan teguran. Padahal tak semestinya menunggu nikmat sehat diangkat, lalu saat sakit baru CINTA kembali tertaut.

Tapi inilah aku, seoranag rapuh yang baru mengeja CINTA, mencobanya menjadi biasa, namun seringkali kembali terlena oleh dunia, dan CINTA pun kembali sulit terasa.

Benar kiranya bahwa meski di sirami air dari tujuh samudera, bahkan di kucuri air hujan dari tujuh langit pun, CINTA tak akan tumbuh, jika hati tetap dinahkodai kehendak buta. Tak kan tumbuh jika hati dikunci dengan gelimang dosa. Tak kan tumbuh jika hati dibasuh nafsu selalu, diselimuti keangkuhan wujud pengusiran jatidiri penghambaan. Tak kan tumbuh, tak kan.

Maka aku bahagia jika air mata berlinang saat mensyukuri nikmatMU, bukankah air mata ini adalah kado CINTA. Aku bahagia jika air mata berlinang saat teringat dosa dan memohon ampun Kepada Mu, bukankah ini juga sedikit tanda CINTA. Maka, jangan biarkan hatiku beku, tanpa CINTA. Hingga tak ada lagi air mata, yang bisa menjaga anggota tubuh yang terbasuh, haram terjilat api neraka.

Ditahanlah cinta di hati, menanti waktu yang mesti pasti. Karena setelah waktu itu tiba, maka semuanya kan diungkap tanpa hijab.

Sang lelaki menuliskan bait-bait cinta di notebooknya, sebuah catatan harian tentang cinta yang tertahan. Cinta yang kan ditumbuhkan seiring keikhlaskan, cinta yang kan diwajarkan agar tetap bermuara pada penghambaan terhadap Tuhan.

Begitu pun sang perempuan, setiap hari menulis rangkaian kalimat cinta yang tak terkikis. 212003B1

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda