Rabu, 06 Juni 2012

doa untuk yang sedang patah hati

Wahai Tuhan Yang Maha Mengerti
mengetahui diriku lebih dari aku
Wahai Tuhan Yang Maha Memahami
memahami keinginanku jauh sebelum aku ingin
Wahai yang begitu lembut teguranNya
Yang indah dan memperindah segala sesuatu
Wahai Yang Maha Hidup dan terus menerus mengatur

Sesungguhnya Engkau sangat pahami aku. bukan aku tidak patuh padaMu. aku telah berusaha keras melupakannya. aku berusaha keras membuka diri dan hatiku kembali. tapi aku takut.
aku coba keras untuk ikhlas. aku tak mau mengatakan ikhlas dalam lisanku, sementara hatiku tidak mengikutinya.

Duuhai Allah.. aku takut pada ketakutanku, karena aku tak bisa menyembunyikan semuanya dariMu, tentang perasaanku padanya.

Wahai Allah yang begitu menyayangiku, apakah mimpi-mimpiku terlalu sederhana untuk Kau wujudkan? atau tidak bolehkah aku hanya memendamnya saja kepadaMu. haruskah akumengatakannya, sementara Engkau Maha Mengetahui.
Dulu, pada mimpi sederhanaku
aku hanya ingin seseorang yang hadir sekali dalam hidupku. seseorang yang mampu memeluk hatiku. seseorang yang kepadanya aku, Kau haruskan berbakti. kemudian Kau hadirkan lagi orang-orang baru dari kami. aku, dia, anak-anak kami dan keridhoanMu pada kami.
mimpi itu Kau wujudkan, tapi tidak padaku melainkan pada sahabat-sahabatku yang mimpinya lebih tinggi dariku.

Tuhan, kenapa mimpi sederhanaku Kau wujudkan pada mereka? kenapa tidak padaku? apa aku tak pantas memiliki mimpi sesederhana itu? atau mimpi itu terlalu sederhana untukku? kini aku takut mempunyai mimpi itu lagi. aku harus mengganti mimpiku. tapi mimpi apa? sementara mimpi-mimpiku yang indah, tinggi dan banyak akan hadir setelah mimpi sederhanaku menjelma nyata. tapi kini aku takut. aku tak mau lagi, Tuhan.
Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih diatas semua yang mempunyai belas kasih
maafkanlah aku, maafkan kerasnya hatiku
Wahai Tuhan, penolong setiap jiwa yang merana
aku sudah berkali-kali bicara pada hatiku
Oh hati, kenapa engkau keras begitu
apa kau ingin aku marah kepadamu?

Jumat, 01 Juni 2012

"ainul barakah"


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Mata adalah karunia & amanah ALLAH (QS 90:8), sungguh matapun akan bersaksi tentang apa yg saja yg disaksikannya (QS 17:36). Rasulullah mengingatkan, "Siapa yg menahan matanya dari melihat yg ALLAH haramkan untuknya maka ALLAH akan memberi padanya "halawatan iman" KELEZATAN IMAN dihatinya". Krn itu yg disebut "buta" bukanlah mata kepala tetapi butamata hati (QS 22:46). Betapa banyak org yg terbuka mata kepalanya malah membutakan mata hatinya, lebih baik buta mata kepala tetapi terbuka mata hatinya, & tentu lebih jauh jauh jauh lebih baik & utama dg terbukanya mata kepala ini membuat mata hati kita terbuka, apa yg kita lihat membuat kita bersyukur, kagum, cinta, takut & mendekat kepada ALLAH, itulah yg disebut "ainul barakah" mata yg telah diberkahi ALLAH. Sahabatku, mata hati yg bersih itu mudah menangis krn ALLAH, mudah mengakses Nur Hidayah ALLAH, firasat jadi tajam, doapun mustajab, tenang damai walau dlm ujian hebat, pikiranpun jernih, bicara menjadi hikmah, lahirnya sifat sifat adiluhung AKHLAK yg MULIA, SUBHANALLAH, "Semoga ALLAH jaga setiap kedipan mata kita, keluarga kita & anak2 cucu keturunan kita dari apa yg ALLAH haramkan & membuat kita semakin mensyukuri nikmat2NYA aamiin".

Ustadz, wirid apa yg kubaca agar aku keluar dari kesulitan rizki? Sahabatku setelah terus sabar dalam IKHTIAR, DOA,TAWAKKAL, BAIK SANGKA & OPTIMIS maka PERHEBAT ISTIGFAR, coba mulai biasakan setiap selesai sholat fardhu apalagi selesai sholat malam u tidak buru2 beranjak kecuali istigfar dari minimal 3x, 70x sampai 100x bahkan lebih, Rasulullah tidak bangun dari tempat duduk beliau sampai istigfar 70x & riwayat lain 100x. Silahkan sahabatku buka surah Nuh ayat 10 -13, dg istigfar, ALLAH bukakan "biamwaalin" RIZKI yg berLIMPAH BERKAH. Rosulullah bersabda, "Brg siapa membiasakan istigfar, ALLAH mudahkan saat sulit, ALLAH tunjunkan jalan keluar dari masalahnya, & ALLAH beri RIZKI dari JALAN YG TIDAK DISANGKA". SUBHANALLAH, astagfirullahal adzim ampunilah arifin & semua sahabat FB kami...aamiin.

Istriku, sehari sebelum menikahimu, dalam benakku terbayang banyak kegamangan. Apa yang akan kulakukan dengan seorang wanita yang sama sekali belum pernah kukenal? Apa yang akan kulakukan untuk membuatmu bahagia? Apakah nanti aku akan tetap tampak kurang dimatamu? Adakah hal yang bisa kutunjukkan untuk membuatmu selalu nyaman berada di dekatku?

Istriku, begitu banyak lembaran buku kubuka untuk meyakinkanku bagaimana menjadi suami yang baik bagimu. Begitu banyak nasehat sudah melewati telingaku untuk menjadikan pernikahan kita diselimuti kebaikan dan pahala. Entah berapa panjang angan yang terlintas di kepala saat hari itu sudah begitu dekatnya.

Dan kini, istriku…

Aku tahu wanita seperti apa yang kunikahi. Kau adalah wanita yang menghilangkan kecanggunganku dengan kata-kata bijakmu, kau adalah wanita yang meredakan kebingunganku dengan senyum tulusmu, kau adalah wanita yang menghapus segala ketakutanku akan sebuah pernikahan dengan segala penerimaanmu. Dan kau, yang membuatku merasakan, bahwa aku… jatuh cinta kepadamu…

Kau tahu, aku tak pandai mengurai isi hati seperti halnya dirimu. Aku tak bisa meluapkan kebahagiaan dengan sebuah rangkaian kata-kata indah. Aku tak mampu menghadiahimu sebuah lagu cinta berirama asmara layaknya dua sejoli yang menyatu dalam cintaNya. Tapi ijinkan aku untuk menuliskan surat cintaku ini, karena sungguh, ini adalah ungkapan jiwaku yang tulus, yang telah kau hadirkan bahkan sesaat setelah kita mengucap ikrar suci di hadapanNya.

Istriku, aku jatuh cinta padamu… karenaNya♥♥ 212003B1

dari: 
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
Ketika Cinta Harus Bersabar


Hari demi hari, kurangkai bibir tak hanya di bibir, tapi juga di hati. Meski kutahu, mungkin tak utuh sepanjang waktu, karena rapuhku. Padahal semestinya dzikir tak pernah terusir, bahkan di saat fikir dan ikhtiar menjalankan tugasnya, dari awal hingga akhir.

Saat tubuh merebah, baru CINTA menumbuh. Tersadar akan dosa kecil dan besar, dosa yang nyata dan tersamar. Entah kenapa harus demikian. Kenapa harus disadarkan dengan teguran. Padahal tak semestinya menunggu nikmat sehat diangkat, lalu saat sakit baru CINTA kembali tertaut.

Tapi inilah aku, seoranag rapuh yang baru mengeja CINTA, mencobanya menjadi biasa, namun seringkali kembali terlena oleh dunia, dan CINTA pun kembali sulit terasa.

Benar kiranya bahwa meski di sirami air dari tujuh samudera, bahkan di kucuri air hujan dari tujuh langit pun, CINTA tak akan tumbuh, jika hati tetap dinahkodai kehendak buta. Tak kan tumbuh jika hati dikunci dengan gelimang dosa. Tak kan tumbuh jika hati dibasuh nafsu selalu, diselimuti keangkuhan wujud pengusiran jatidiri penghambaan. Tak kan tumbuh, tak kan.

Maka aku bahagia jika air mata berlinang saat mensyukuri nikmatMU, bukankah air mata ini adalah kado CINTA. Aku bahagia jika air mata berlinang saat teringat dosa dan memohon ampun Kepada Mu, bukankah ini juga sedikit tanda CINTA. Maka, jangan biarkan hatiku beku, tanpa CINTA. Hingga tak ada lagi air mata, yang bisa menjaga anggota tubuh yang terbasuh, haram terjilat api neraka.

Ditahanlah cinta di hati, menanti waktu yang mesti pasti. Karena setelah waktu itu tiba, maka semuanya kan diungkap tanpa hijab.

Sang lelaki menuliskan bait-bait cinta di notebooknya, sebuah catatan harian tentang cinta yang tertahan. Cinta yang kan ditumbuhkan seiring keikhlaskan, cinta yang kan diwajarkan agar tetap bermuara pada penghambaan terhadap Tuhan.

Begitu pun sang perempuan, setiap hari menulis rangkaian kalimat cinta yang tak terkikis. 212003B1

Rabu, 02 Mei 2012

Kiat Menahan Marah

Inilah kiat menahan marah,
1. Ingat semuanya pasti dibalas di akhirat,
2. Lihat akibat marah pasti akhirnya penyesaln,
3. Menjauh dari org membuat marah atau suasana yg menbuat marah,
4. Segera berwudhu,
5. Membaca “Adzubillahi minasysyaithoonisrajiim” kalau ingin marah atau melihat orang marah, 
6. Adukan masalah pada orang sholeh, 
7. Ingat tidak ada masalah diselesaikan dg emosi, 
8. Ingat keluarga terutama anak anak, 
9. Ingat hadiah sabar adalah Syurga dari ALLAH, ”Selamat hai penyabar untukmu Syurga”(QS13:24), Rasulullahpun brsabda, ”Jangan gampang marah untukmu Syurga”, 
10. Kalau sudah puncaknya menahan marah, hampir tidak kuat maka bertakbirlah kuat kuat sambil memindahkan posisi diri, kalau duduk berdirilah, kalau berdiri berjalanlah, 
11. Bersahabat dg sahabat yg teladan dalam kesabaran, 
12. Selalu berdoa agar menjadi hamba ALLAH yg sabar & rendah hati di setiap selesai sholat fardhu, "Allahumma ya ALLAH jadikanlah kami hambaMU yg sabar atas semua ujianMU...aamiin

Rabu, 19 Januari 2011

“Standar kehidupan”

“Standar kehidupan”

Mungkin sebagian pembaca akan heran dengan maksud penulis membuat judul di atas. “standar kehidupan” yah memang “standar kehidupan”. Anda tidak salah membaca. Penulis ingin memberikan khabar terbaru dan mencoba menggugah pembaca, apa sih yang dimaksud dengan standar kehidupan?

Setiap manusia pasti mempunyai tujuan hidup, sebab jika seseorang tidak memiliki tujuan hidup, maka manusia tersebut dapat dipastikan tidak akan mempunyai gairah hidup. Tapi yang menjadi masalah dalam penulisan ini apa yang dimaksud dengan tujuan hidup, lalu apa pula hubungannya dengan standar kehidupan?

Tujuan hidup manusia yang paling mendasar, disadari ataupun tidak disadari adalah “ingin bahagia”, lalu setelah dia merasa bahagia apakah cukup sampai disitu. Yah sebenarnya memang cukup, tapi dalam diri manusia keinginan tersebut akan terus berkembang, keinginan manusia akan terus meningkat, dan alam bawah sadar manusia juga akan adaptasi dengan kondisi tersebut, sehingga “level” ingin bahagia sebelumnya akan meningkat ke level yang lebih tinggi, demikian seterusnya.

Kembli ke pokok permasalahan kita.

Lalu apa standar kehidupan kita?

Pada dasarnya standar kehidupan seseorang juga ditentukan oleh “asalnya” standar kehidupan itu muncul. Misalnya seseorang yang sangat mengagumi orang tuanya. Jika seseorang tersebut tidak mempunyai karakter diri yang kuat, maka orang tersebut akan mempunyai standar kehidupan yang merupakan “hasil copy-an” dari orang yang sangat dikaguminya tersebut. Hal ini karena dalam dirinya tidak pernah terbentuk standar kehidupan yang diinginkannya.

Standar kehidupan yang semacam ini, biasanya akan menjadi hampa pada akhirnya, karena walaupun dalam sebagian besar seseorang anak mempunyai banyak kesamaan dengan orang tuanya, dan juga karena kekagumannya akan menggiring pola pikirnya ke arah yang mirif dengan orang yang dikaguminya tadi. Tetapi setiap manusia pasti berbeda dengan manusia yang lainnya. Hal inilah yang menjadikan orang tersebut menjadi hampa. Karena setelah standar kehidupan yang ingin dicapainya telah terpenuhi, namun ternyata di dalam alam bawah sadarnya masih ada keinginan yang ingin dicapainya, tetapi dia tidak mampu untuk me”riil”kan keingingan tersebut. Keinginan tersebut hanya terkungkung di dalam alam bawah sadarnya.

Seseorang tersebut tidak mengetahui apa sebenarnya keinginannya sendiri, apalagi untuk mewujudkannya. Disinilah diperlukan keahlian seseorang untuk menggali apa keinginan sebenarnya yang ingin diwujudkan, sehingga alam sadar seseorang akan mencari jalan untuk mewujudkan keinginan tersebut berdasarkan intelektualitas yang dimilikinya.

Bagi orang yang memiliki karakiter diri yang kuat, biasanya telah memiliki standar kehidupannya sendiri, dia telah memiliki tujuan hidupnya sendiri dan juga telah memiliki keinginan tersendiri, sehingga didalam alam sadar maupun bawah sadarnya telah terpola untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Jalan untuk mewujudkannyapun akan lebih gampang, karena alam sekitarnyapun akan secara otomatis “membantu” mewujudkan keinginan tersebut.

Orang seperti ini akan merasakan kepuasan yang sangat tinggi jika dia telah mampu mewujudkan standar kehidupannya, karena dia akan merasa telah meraih apa yang benar-benar ingin dicapainya, selain itu orang seperti ini akan berusaha dengan semua kemampuannya untuk mempertahankan hasil yang dicapainya, karena dia merasa yang dirainya tersebut bukan suatu kebetulan apalagi hanya sebuah keberuntungan.

Lalu bagaimana dengan anda?

Sudahkah anda mempunyai standar kehidupan?

Jika belum? Tentukan sekarang!!!

Tapi harus diingat, kita adalah mahkluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain, oleh karena itu dalam mewujudkan standar kehidupan, kita harus memperhatikan hak-hak orang lain. Kita juga mahkluknya Tuhan Yang Maha Esa, dan Dia-lah yang mampu mewujudkan standar kehidupan kita. Oleh karena itu jangan lupakan “doa” disamping usaha dan upaya yang kita lakukan.

Semoga bermanfaat!!!

TIPS SHALAT KHUSYUK

TIPS SHALAT KHUSYUK

Tak jarang kita mendengar orang mengatakan: “saya merasa sangat sulit untuk shalat khusus!!” bahkan tak terkecuali pada diri kita termasuk penulis sendiri. Namun penulis memberanikan diri menuliskan tips-tips berikut untuk dapat kita amalkan bersama. Akan tetapi bukan berarti telah mampu melaksanakan shalat dengan khusuk dengan benar.

Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat bermanfaat bagi pembaca, sehingga dapat melaksanakan shalat lebih khusuk dan dengan izin Allah, penulis juga berharap semoga hal itu dapat membias kepada penulis sendiri untuk juga dapat lebih khusuk. Adapun tips-tips tersebut adalah sebagai berikut:

1. Berdoa Kepada Allah SWT

Kita ketahui bahwa segala sesuatu tergantung pada kodho dan kodharnya Allah SWT, untuk itu penulis menempatkan doa adalah syarat utama agar shalat kita khusuk. Kita berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, agar Allah SWT menganugerahkan shalat yang khusuk kepada kita, agar kita dapat merasakan kenikmatan dalam beribadah, agar kita benar-benar mampu merasakan eksistensi dan makna mengapa sih kita harus shalat.

2. Jangan pernah berfikir, bahwa kita masih bisa hidup setelah shalat.

Jadi kita tanamkan keyakinan dalam diri bahwa shalat yang sedang kita lakukan adalah shalat yang terakhir yang dapat kita lakukan. Hal ini mudah kita pahami, karena banyak kita dengar bahwa ada mausia yang meninggal setelah melakukan ibadah atau bahkan sedang melakukan ibadah, demikian juga banyak orang meninggal pada saat melakukan kemaksiatan, misalnya di lokalisasi, tempat perjudian dan tempat-tempat maksiat lainnya.

Setelah kita mampu menanamkan keyakinan bahwa shalat yang kita lakukan tersebut adalah shalat yang terkahir dapat kita lakukan, lalu kita relakan suami/istri kita seorang diri, anak kita menjadi yatim piatu, mungkin nanti malam ialah malam pertama dalam liang kubur, semua harta yg kita kumpulkan tak akan kita bawa, & menjadi hak saudara kita, wajah elok & cantik yg kita banggakan dalam sekejap akan berubah jadi bangkai yang berbau busuk.

3. Hilangkan semua Rasa Egois dan Kesombongan Dalam diri

Marilah kita hilangkan semua rasa bahwa kita mampu tanpa izin Allah, hilangkan perasaan dalam diri kita bahwa semua yang kita raih adalah usaha kita sendiri, hilangkanlah kesombongan dalam diri kita, walaupun itu hanya sebesar biji zarah (inti atom), karena itu akan menghilangkan semua amalan kita menjadi sia-sia. Karena kesombongan dan keangkuhan adalah hanya milik Allah SWT.

Termasuk dalam hal ini adalah perasaan ingin dilihat oleh orang lain (ria). Bila perasaan itu ada sebaiknya kita segera istigfar dan menyadari bahwa tidak ada yang dapat kita perbuat illa bi’iznilLah.

4. Memahami setiap yang kita ucapkan dalam shalat

Seperti telah ditulis dalam Al-Quran Surat An-Nisaa':43, yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, JANGANLAH kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan MABUK, SEHINGGA KAMU MENGERTI APA YANG KAMU UCAPKAN...

MABUK dalam ayat ini biasa diartikan sebagai mabuk khamr, tapi sesungguhnya dapat juga dimaknakan dengan mabuk dunia, mabuk harta, mabuk tahta, mabuk cinta dan “mabuk-mabuk” yang lainnya. Karena hal-hal tersebut pasti dapat mengganggu shalat kita, sehingga menyebabkan kita lupa/silap/tak sadar bacaan shalat apa yang telah kita baca, bahkan juga menyebabkan kita lupa rakaat yang ke berapa.

Lebih baik kita membaca surat-surat pendek yang kita memahami makna bacaan setiap kata-kata yang kita ucapkan daripada kita membaca surat-surat panjang tetapi kita memahaminya.

Ingatlah!!, dalam Ayat diatas “JANGANLAH KAMU SHALAT SEDANG KAMU TIDAK MENGERTI APA YG KAMU UCAPKAN”. Artinya sangat penting bagi kita memahami apa yang kita ucapkan, bahkan kita “dilarang” melakukan shalat sampai kita memahami apa yang kita ucapkan.

Jadi,,, maaf,,, untuk kita yg masih belum faham arti bacaan iftitah, alfatihah, surah/ayat, ruku, i'tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, tahiyat awal & akhir, maka WAJIB bagi kita memahami maknanya, bahkan lebih semperna lagi jika kita bias memahami kata demi kata.


5. Ucapkan dengan SUARA SEDANG (ANTARA KERAS dan PELAN)

Pada Al-Quran Surat (17) Al-Israa' ayat:110 “dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".

Terkadang pada saat kita shalat sendiri kita sering memelankan suara atau cuma di dalam hati saja, maka terkadang fikiran kita akan melayang tak tentu arah, atau juga terkadang juga kita mengeraskan suara sehingga kita terfokus pada lagu bacaan bukan pada makna bacaan.

6. Tuma'maninah

Hal ini sangat penting kita lakukan dalam shalat.

Jadi…. Kita lakukan shalat dengan perlahan-lahan, dan betul-betul dalam keadaan rileks, tidak tergesa-gesa, tidak terlalu cepat, dinikmati (karena sesungguhnya shalat memang sangat nikmat), dan dihayati. Karena kita tidak tahu dengan pasti apakah 10 detik lagi masih hidup?

Selain itu Tuma'maninah juga termasuk 1 dari 13 rukun shalat, artinya jika kita tidak tuma’ninah, berarti ada satu rukun yang tidak kita jalankan, dan apabila ada rukun sengaja tidak kita jalankan maka shalat kita akan batal (tidak sah).